Digital Library
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Menuju Era Digital Dalam Pelayanan Informasi

SURVEY KEBUTUHAN PEMUSTAKA SEMESTER GENAP 2022

Assalaamua'alaikum Wr. Wb.

Salam literasi.....

Ayo semua saatnya perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan mengadakan survey untuk mengetahui kebutuhan pemustaka sekalian.. Ayo ambil peran dengan mengisi survey kebutuhan pemustaka  pada link berikut:

SILAHKAN KLIK DI SINI

 

Terimakasih atas partisipasinya…

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.


Kapan Lebaran 2022? Ini Ketetapan Muhammadiyah dan Hasil Hisab Kemenag

Dikutip dari Detik.com

Kristina - detikEdu

Selasa, 26 Apr 2022 07:00 WIB

 

Jakarta - Muhammadiyah telah menetapkan kapan lebaran 2022 akan tiba. Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dijadikan pedoman, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.
Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah.

"Umur bulan Ramadan 1443 H 30 hari dan tanggal 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin Pon, 2 Mei 2022 M," bunyi maklumat yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto sebagaimana dikutip dari Televisi Muhammadiyah, seperti dikutip, Selasa (26/4/2022).

Penetapan 1 Syawal 1443 H tersebut dilakukan berdasarkan kajian dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Pihaknya mengimbau pelaksanaan salat Id dilakukan secara khusyuk.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghimbau agar salat Idul Fitri dan segenap rangkaiannya, seperti takbiran, pelaksanaan zakat fitrah, dan lain sebagainya dapat diselenggarakan dengan khusyuk dan saksama," kata Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto, dalam keterangannya, Senin (25/4/2022).

Agung juga meminta rangkaian ibadah Idul Fitri 1443 H dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19. Ia berpesan, adanya kelonggaran yang diberikan pemerintah ini agar dapat dimanfaatkan dengan bijak untuk menjalin silaturahmi.

Sementara itu, pemerintah baru akan menetapkan kapan lebaran 2022 tiba usai sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Minggu (1/5/2022) mendatang.

Sidang isbat tersebut menggunakan metode hisab dan rukyat, di mana posisi hilal Syawal akan dipresentasikan oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah yang selanjutnya menunggu laporan rukyat dari seluruh Indonesia.

Posisi Hilal Sudah Terlihat Secara Hisab
Kemenag juga melakukan perhitungan posisi hilal secara hisab sebagai bagian dari proses penentuan awal bulan. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyatakan, secara hisab posisi hilal di Indonesia sudah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Posisi hilal saat sidang isbat awal Syawal 1443 H mendatang sudah mencapai ketinggian 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit pada 29 Ramadan 1443 H atau 1 Mei 2022. Sudut elongasi dari hilal pun dikatakan sudah mencapai antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat.

"Artinya, secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Syawal di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru MABIMS," kata Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Senin (25/4/2022).

Menurut kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengungkapkan adanya potensi hilal yang terlihat pada pelaksanaan sidang isbat. Pihaknya menyebut, konjungsi (ijtimak) awal bulan Syawal 1443 H di Indonesia sudah terjadi sebelum matahari terbenam pada Minggu (1/5/2022) pukul 03.27 WIB atau 04.27 WITA atau 05.27 WIT

"Tinggi hilal saat matahari terbenam berkisar antara terendah sebesar 3,79? di Merauke (Papua) sampai dengan tertinggi sebesar 5,57? di Sabang (Aceh)," terang Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono

Sementara itu, elongasi saat matahari terbenam terkecil terjadi sebesar 4,88? di Oksibil (Papua) sampai dengan terbesar 6,35? di Sabang (Aceh). Berikut juga didapat data umur bulan saat matahari terbenam, selisih terbenamnya matahari dan bulan, hingga kecerlangan bulan saat matahari terbenam.

Rahmat mengatakan, hilal Idul Fitri 1443 H dapat terlihat pada Minggu (1/5/2022). Dengan catatan, hal tersebut masih bergantung dengan kondisi cuaca saat pengamatan di lokasi pengamatan hilal.

Dengan demikian, untuk mengetahui kapan lebaran 2022 tiba, detikers dapat menunggu hasil keputusan sidang isbat yang akan digelar pada Minggu, (1/5/2022) mendatang.


Mahfud MD: Muhammadiyah Punya Peran Besar bagi Pembangunan Indonesia


Dikutip dari website berita resmi, https://nasional.sindonews.com/- JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengakui peran besar Muhammadiyah bagi pembangunan Indonesia. Muhammadiyah secara aktif terlibat dalam pembangunan bahkan sebelum Indonesia merdeka. "Mulai dari ide sampai mendirikan negara Indonesia merdeka, Muhammadiyah ini sudah ikut aktif membangun kesadaran masyarakat untuk membangun negara ini," kata Mahfud melalui kanal YouTube Muhammadiyah, Kamis (21/4/2022).

"Kemudian mewujudkan negara merdeka melalui lembaga-lembaga resmi di BPUPK dan PPPK bahkan di Piagam Jakarta perannya sangat besar," lanjut Mahfud. Setelah Indonesia merdeka, kata Mahfud, Muhammadiyah tidak lantas berhenti. Kiprahnya semakin tinggi, berbagai tokoh mengisi tempat-tempat penting di pemerintahan dan masyarakat. Mahfud pun menyebutkan tokoh-tokoh Muhammadiyah yang aktif di parlemen, seperti Presiden Soekarno, Ki Bagus Hadikusumo, dan Kahar Muzakir.

Ia mengatakan, jika tidak ada tokoh dan umat islam yang membuat ide kemerdekaan tersebut, maka Indonesia tidak akan pernah ada. "Sehingga kalau ada umat Islam yang menolak adanya negara Indonesia, maka Indonesia tidak akan pernah ada. Tapi justru umat Islam masuk dalam al-ahli atau perjanjian, dan al-mitsaq atau kesepakatan," katanya.


Perpustakaan Sekolah Muhammadiyah Didorong ke Arah Digital

Dikutip dari website resmi Muhammadiyah pada laman www.muhammadiyah.or.id, perpustakaan sekolah-sekolah Muhammadiyah didorong ke arah perpustakaan digital atau digital library. Berbagai buku koleksi dan termasuk artikel-artikel hasil riset baik yang dilakukan oleh guru maupun siswa untuk didigitalisasi.

Menurut Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Biyanto menuturkan bahwa menuju perpustakaan digital yang tidak kalah penting adalah melakukan penelitian/riset. Penelitian tersebut bisa dilakukan secara kelembagaan maupun individu.

“Selain itu, perpustakaan Muhammadiyah juga harus me-launching buku. Baik buku yang ditulis guru atau siswa,” tuturnya pada, Jumat (11/3) di acara National Workshop Digital Library 2022 di Rayz UMM Hotel Malang.

Menggagas dan mendorong perpustakaan digital di sekolah-sekolah Muhammadiyah, pemangku kebijakan sekolah tersebut harus memiliki arah program yang jelas, dan harus memiliki kepekaan terhadap digitalisasi.

“Untuk bisa memakmurkan perpustakaan, maka kepala sekolah Muhammadiyah harus punya program yang jelas tentang pengadaan buku, baik itu secara digital atau hard-nya,” ujarnya.

Arah digitalisasi arsip atau buku-buku koleksi perpustakaan selain memudahkan akses pembaca atau pengunjung perpustakaan juga dimaksudkan supaya dokumen-dokumen tersebut tidak hilang, atau rusak karena usia buku yang tua maupun rusak karena dimakan rayap.

“Ini lebih aman untuk koleksi perpustakaan. Menghindari dari kena rayap atau penyebab lainnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Prof. Biyanto menyarankan supaya lebih menguatkan perpustakaan sekolah Muhammadiyah, membuat jejaring juga perlu dilakukan dengan baik. Membangun jejaring antar perpustakaan sekolah-sekolah Muhammadiyah agar lebih besar dan lebih baik.

“Langkah ini untuk melakukan kolaborasi dalam bentuk digital berupa file. Ini bisa dilakukan lintas level sehingga perpustakaan memiliki banyak memiliki referensi bacaan,” katanya.

“Ini saya yakin sudah memiliki, tetapi harus lebih dioptimalkan dalam menjadikan perpustakaan kita menjadi perpustakaan digital. Dengan upaya ini perpustakaan sekolah Muhammadiyah bisa lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim, Khozin menjelaskan bahwa literasi tidak hanya membaca dan menulis. Merujuk pada perintah membaca dalam Surat Al Alaq ayat 1, meski secara gramatikal disebutkan membaca, tapi membaca di situ memiliki arti luas.

“Literasi adalah kemampuan identifikasi, memahami, implementasi, mencipta, membuat, berkomunikasi, menghitung, mengumpulkan bahan-bahan tertulis dan cetak,” tuturnya.

Literasi, katanya, di sisi lain juga bermakna pengembangan. Menuju pada pemaknaan ini, sambungnya, literasi harus digarap dengan baik, khususnya bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah.